Penulis: Erri Subakti
Jumat sore, 4/4/2025 ditemani oleh Pak Imam Radius, Penyuluh Pertanian Kecamatan Karang Anyar, berkunjung ke rumah Pak Saronto, seorang petani kopi, pelestari hutan, dan penyuluh kehutanan swadaya masyarakat di Desa Karang Gondang Kec. Karang Anyar, Kabupaten Pekalongan.
Pak Saronto telah memproduksi kopi dengan jenis robusta dan liberica. Ia telah mampu memproduksi kopi bukan saja hanya soal budidaya tanaman kopi dan proses pasca panen, seperti natural hingga proses wine. Ia juga sudah mampu roasting hasil kopinya dengan berbagai teknik roasting.
Pak Saronto merupakan Juara 2 Lomba Wana Lestari di Kabupaten Pekalongan, yang artinya beliau telah mampu melestarikan hutan di sekitarnya dan memproduksi hasil budidaya yang dikembangkannya di sekitar hutan tanpa merusak, sebaliknya turut melestarikan hutan yang ada.
Selain kopi beliau juga memproduksi vanili, dan madu dari hutan.
Saya berkesempatan mencicipi kopi seduhan pak Saronto dari hasil budidaya proses pasca panen, dan roasting-an dari kopi Pak Saronto yang diberi label Kobbar. Dan luar biasa rasanya karena Pak Saronto benar-benar teliti dalam memproduksi kopi hingga mencapai rasa yang optimal dari kopi-kopinya.
Pak Saronto mengaku tanaman kopi yang diusahakannya saat ini ada 2.000 pohon. Dan hasil dari produksi kopinya setiap kali panen selalu habis dipesan dan terjual. Cukup untuk bisa menghidupi keluarganya.
Menurut Penyuluh Pertanian Kec. Karang Anyar Kab. Pekalongan, Imam Radius, panen kopi di sini setahun sekali.
Jika dalam satu pohon kopi Pak Saronto mampu panen sebanyak 2kg, maka setiap tahun hasil panen kopi Pak Saronto adalah 4 ton.
Sementara harga kopi Pak Saronto dijual Rp 20 ribu per 100 gram. Artinya Rp 200 ribu per kg. Maka setiap tahun Pak Saronto bisa mendapatkan hasil dari kopi: Rp 200 ribu x 2kg x 2.000 pohon = Rp 800 juta setahun.
Dengan pendapatan yang menakjubkan tersebut, tak mengubah kehidupan sehari-hari Pak Saronto yang tinggal di rumahnya yang sederhana di Desa Karang Gondang di ketinggian 691 dari permukaan laut. Kehidupan Pak Saronto tetap bersahaja.
Kecintaan Pak Saronto dalam pertanian dan pemanfaatan hasil hutan membuatnya terus ingin menularkan skill dan pengetahuannya kepada petani lainnya. Karena ia dulunya juga belajar dari orang lain sampai bisa berhasil seperti saat ini.