Megawati Soekarno Putri, The Real King Maker

Penulis: Ganda Situmorang

Sepanjang minggu kemarin telah terjadi rentetan peristiwa manuver para tokoh elit politik yang memberikan jawaban atas banyak pertanyaan seputar suksesi kepemimpinan nasional yaitu Pilpres tahun 2024.

Halusinasi Jokowi 3 Periode

-Iklan-

Diawali dengan langkah Presiden Jokowi merombak kabinet. Kasat mata, Presiden Jokowi sepertinya masih berupaya membangun koalisi dengan imbalan konsesi bagi Partai Amanat Nasional. Koalisi yang nyaris menguasai majoritas suara di DPR menaikkan kembali asa yang menyuarakan Jokowi 3 Periode.

Blunder Cak Imin

PKB sebagai representasi NU semakin pudar. Langkah membabibuta Cak Imin membangun wacana Koalisi Semut Merah dengan PKS adalah ibarat tindakan bunuh diri politik. Seakan belum cukup merusak modal politik PKB yang didorong oleh ambisi pribadi meraih satu tiket Capres, keesokan harinya Cak Imin bertandang ke rumah Prabowo. Mereka sepakat membangun Koalisi Indonesia Raya.

Nasdem – SBY – JK

Surya Paloh membungkus Anies dengan Ganjar dan Andika di rakernas Nasdem. Seolah punya suara 60% sehingga dengan gagahnya mengusung 3 nama calon Presiden. Disusul pertemuan marathon antara SBY – JK dan anjangsana AHY ke markas Nasdem di Gondangdia.

Babak akhir drama minggu kemarin diperankan dengan sangat apik oleh PDIP. Hajatan rakernas PDIP memang luar biasa. Bagi penulis, tak ada satupun oleh-oleh dari rakernas PDIP sebagai kebetulan. Semuanya dikemas rapi dan sukses memberikan sinyal politik yang tegas tanpa kamuflase kepada publik. Terlepas dari pro kontra, faktanya adalah beredarnya vlog Puan Maharani di ruang ketum PDIP, tumpengan ulang tahun Pak Jokowi dan Haul Bung Karno, Momen Ganjar membaca rekomendasi hasil rakernas, Pidato luar biasa Megawati Soekarno Putri hingga acara makan bakso bersama tersebut menunjukkan bahwa PDIP masih tetap guyub dan solid.

PDIP tutup pintu buat PKS, Demokrat dan Anies Baswedan

Pernyataan Sekjen PDIP Hasto bahwa tidak mungkin bagi PDIP bekerja sama dengan Demokrat dan PKS sangat jelas dan tegas. Megawati pun sudah mendelegasikan kepada Ketua DPP Puan Maharani urusan komunikasi dengan partai lain menjadi pelengkap sinyal PDIP.

Bagi penulis, rasanya siapapun capres yang akan ditetapkan oleh Bu Mega sebagai pemegang hak prerogratif ketum PDIP, yang pasti bukan Anies dan bukan pula berpasangan dengan PKS dan Demokrat sudah lebih dari cukup sebagai jaminan bahwa pilihan Bu Mega adalah putra-putri terbaik nasionalis sejati.

Tak perlu ragu memilih, karena bisa dijamin tokoh capres pilihan tersebut tegak lurus ideologi Pancasila dan NKRI harga mati maka seluruh barisan nasionalis akan berbaris mendukung.

Presiden Jokowi sebagai salah satu kader terbaik PDIP memang benaran serius ketika dalam rakernas PDIP memuji Bu Mega setinggi langit; Bu Mega… memiliki aura sangat cantik dan berkharisma.

Di titik ini memang Bu Mega sudah berada pada tingkatan tertinggi. Ibarat burung Garuda terbang tinggi melayang dengan tenang tanpa mengibakkan sayapnya. Semua gerak-gerik berbagai macam karakter terpantau dengan jelas. Namun cukup dengan satu gerakan pamungkas, efeknya benaran taktis terukur dan akurat membuat lawan-lawan politik tersungkur.

The Real King Maker, Megawati Soekarno Putri dengan rekam jejaknya seumur hidup sungguh layak disebut Ibu Demokrasi Indonesia.

Jun 26, 2022.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here