KOLOM
OPINI
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal)
Hari ini Senin 12 Juli 2021, rakyat Indonesia terkaget-kaget oleh kabar yang menyebutkan bahwasanya Abdul Somad atau yang ikonik biasa disebut UAS mengaku positif terjangkit virus covid-19 (corona).
Bagaimana bisa UAS yang oleh sejak awal masa pandemi covid-19 melanda Indonesia selalu menyibukkan dirinya dengan membuat berbagai macam polemik yang membuat gaduh seantero negeri, dengan berbagai statementnya yang seolah tak mempercayai adanya virus covid-19 dan menimbulkan polemik sepanjang tahun corona di Indonesia. Kini dengan “tanpa malu” dan sesadar-sadarnya mengaku telah terjangkit covid-19, sangat klise, klimaks, dan lucu menggelikan bukan?
Bukan UAS namanya kalau tidak membuat polemik, gaduh, lucu nan menggelikan.
Selain dengan berbagai statement-statement-nya yang sering tanpa dasar yang jelas, tanpa bukti yang valid dan tanpa data yang bisa dipertanggungjawabkan, UAS selama masa pandemi covid-19 ini juga nekat melakukan kegiatan-kegiatan yang menyebabkan kerumunan ribuan orang.
Salah satu acara –yang entah dibuat ataupun dihadiri UAS– yang digelar beberapa waktu lalu di Jombang, entah berizin atau tidak dari POLRES Jombang namun pada faktanya acara yang diselenggarakan di sebuah kawasan di Jombang itu membuat ruangan full dengan ribuan orang, di saat Kabupaten Jombang sendiri sedang melakukan upaya pencegahan penularan covid-19 dengan menerapkan PSBB/PPKM pada medio Maret-April-Mei sampai Juni.
Lantas bagaimana bisa pihak Kepolisian kecolongan dengan adanya berkali-kali acara UAS di yang dihadiri oleh ribuan orang tanpa menjaga jarak dan mengabaikan protokol kesehatan yang berlaku, Halo pak Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho Pripun Kabaripun? Sehat tho?
Setelah beberapa saat pasca acara-acara UAS di Jombang yang menghadirkan ribuan orang dan banyak yang mengabaikan protokol kesehatan tersebut, sontak Jombang menjadi kota corona, ya kasus positif covid-19 dan jumlah angka kematian akibat covid-19 meningkat tajam di Jombang.
Seluruh masyarakat Jombang hingga saat ini diliputi perasaan khawatir dan takut akan wabah pandemi covid-19 ini, rumah sakit penuh, kamar jenazah penuh. Hal yang tidak pernah dibayangkan sama sekali sebelumnya, dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Tanpa adanya simpati dan empati kepada warga masyarakat Jombang yang meninggal dunia akibat covid 19, dimana banyak anak menjadi yatim piatu, dimana banyak istri menjadi janda, dimana banyak suami menjadi duda maka apakah pantas UAS hanya cukup mengaku positif covid-19 dan tidak bisa mencium aroma durian?
Seyogyanya UAS harus ditindak tegas atas semua bencana yang bisa jadi dimulai dari kegiatan-kegiatanya yang seolah tak “mempunyai wudel” dengan tetap nekat menggelar kegiatan yang dihadiri ribuan orang yang mengabaikan protokol kesehatan.
Hal yang sama juga bisa terjadi di kota-kota lainya yang terjadi ledakan kasus positif covid-19. Seharusnya para penyeru demo di tengah pandemi yang menyebabkan terjadinya Kerumunan Massa dalam skala besar wajib ditindak tegas dan dihukum berat!!!
Apa ruginya aparat penegak hukum menindak UAS, HNW, Novel Bamukmin, Lieus Sung Kharisma dkk. tokoh-tokoh yang ikut menarik ribuan orang, puluhan ribu dalam situasi pandemi ini hingga mengakibatkan terabaikanya protokol kesehatan. Hingga terjadinya ledakan covid-19 ini yang meminta nyawa ribuan Rakyat Indonesia tak berdosa harus meninggal dunia.
Para penyeru demo di tengah pandemi, para penolak vaksin, dan pembuat gaduh propoganda hoax fitnah soal corona wajib ditindak tegas, karena yang mereka lakukan adalah kejahatan luar biasa dibidang kemanusiaan yang menyebabkan terjadinya ribuan Rakyat Indonesia meninggal dunia.
Bersama kita bersatu untuk membangun bangsa, bukan membuat kegaduhan tak bertepi yang membuat kerugian besar untuk bangsa dan negara serta sebabkan ribuan Rakyat Indonesia kehilangan nyawanya.
Gerakan Tengok Peduli Tetangga.
Gerakan Jaga Kampung Desa dari Corona dan Bahaya Laten intoleransi radikalisme komunisme terorisme.
AR Waluyo Wasis Nugroho
Garda Benteng Nusantara
bersatu berjuang bergerak berkhidmat bermanfaat untuk negeri